Ketahui OCD (Obessive Compulsive Disorder)

0

Apakah penyakit OCD ini familiar ditelinga anda ? Atau malah terdengar asing ? . Yap OCD atau obbesive compulsive disorder adalah gangguan mental yang menyebablan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang ulang . Karena penderita OCD akan diliputi perasaan kecemasan atau ketakutan .

Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja walaupun biasanya terjai di awal usia dewasa ini juga bisa terjadi pada anak anak atau remaja . Penderita OCD terkadang menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan tetapi memang harus melakukannya dan tidak boleh menghindarinya . Ada beberapa penyebab serta faktor resiko OCD yang perlu kamunketahui karena ini bisa meningkatkan resiko OCD walaupun belum diketahui secara pasti yaitu seperti menderita gangguan mental , memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah menderita OCD dan pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan .

Dilansir dalam alodokter,  gejala OCD seperti gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas atau takut dan terus menerus perilaku tersebut dilakukan secara berulang ulang untuk menghilangkan kecemasan tersebut . Contohnya saja kecemasan seperti penderita OCD yang takut terkena penyakit akan mencuci tangannya secara berlebihan . Pada gangguan ini biasanya kita akan disarankan pergi ke psikiater dan akan melakukan wawancara secara mendalam tentang pikiran dan perilaku yang timbul dan menggali dampak pada kehidupan penderita dan juga psikiater juga akan memastikan dengan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan lanjutan untuk melihat adanya penyakit lain yang diakibatkan oleh efek samping gejala OCD .

Gejala lain dalam OCD adalah pikiran obsesif atau gangguan pikiran yang terjadi secara terus menerus dan dapat menimbulkan rasa cemas atau takut bahkan terkadang semua orang mengalami hal sepertu pikiran tersebut tiba tiba muncul dan berulang ulang serta menetap . pikiran obsesif tersebut tiba tiba muncul ketika penderita OCD sendiri sedang memikirkan atau melakukan hal lain seperti takut kotor atau terkena penyakit dan menyebabkan menghindari bersalaman dengan orang lain atau menyentuh benda yang disentuh banyak orang , sangat menginginkan segala sesuatu yang biasanya sudah tersusun selaras atau teratur dan tdak senang jika sekumpulan benda tersebut berantakan atau menghadap kea rah yang berbeda dan takut melakukan sesuatu yang dapat berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain contohnya saja merasa ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu .

Selain perilaku obesesif ada juga perilaku kompulsif dalam OCD yaitu perilaku yang dilakukan berulang ulang untuk mengurangi rasa cemas atau takut akibat pikiran obsesif . perasaan lega sesaat muncul karena melakukan perilaku kompulsif tersebut dan gejala obsesif akan muncul kebali dan mengulangi perilaku kompulsif pada penderita .

Untuk mengatasi OCD kalian harus tau kapan waktu ke dokternya seperti yang dilansir dalam alodokter tidak smua pikiran dan perilaku yang menimbulkan rasa cepas dapat dikategorikan sebagai obesif atau kompulsif , tetapi wajar jika kadang-kadang seseorang melakukan cel ulang terhadap sesuatu tindakan yang sudah dilakukan tetapi tidak dianggap tidak wajar apabila : paling tidak dalam 1 hari mnghabiskan waktu 1 jam untuk memikirkan atau melakukan tindakan , tidak dapat mengendalikan atau mengontrol dan menyadari bahwa perilaku atau pikiran tersebut sudah berlebihan , tidak mendapatkan kesenangan dari perilakunya hanya rasa lega yang bertahan sementara dan perilaku serta perbuatan menganggu aktivitas sehari hari.

Sumber gambar : pijaspsikologi.org

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>